CA CERVIX

Pengertian

Kanker leher rahim atau carcinoma cervix adalah keganasan dari serviks yang ditandai dengan adanya perdarahan lewat jalan lahir atau vagina, tetapi gejala tersebut tersebut tidak muncul sampai tingkat lanjut, dimana tanda dan diagnosa pasti bisa ditegakkan dengan menggunakan pap smear(Zhukmana, 2009).

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal disekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

2 Etiologi

Sebab langsung dari kanker serviks belum diketahui (idiopatik).

Faktor Predisposisi

 

  1. Status perkawinan

Insiden terjadi lebih tinggi pada wanita yang menikah, terutama gadis yang coitus pertama (coitarche) pada usia < 16 tahun. Insiden meningkat dengan tingginya paritas, apalagi jarak persalinan terlampau dekat.

  1. Golongan sosial ekonomi rendah

Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.

  1. Hygiene dan sirkumsisi

Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kanker serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan smegma.

  1. Merokok dan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks.

  1. Infeksi virus

Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dam virus papiloma atau virus kondiloma akuminta diduga sebagai faktor penyebab kanker serviks

  1. Sering berganti-ganti pasangan.

Akan meningkatnya resiko terpapar HPV

  1. Jumlah kehamilan dan partus

Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.

  1. Insiden meningkat pada pasangan dengan laki-laki yang tidak bersunat
  2. Kebiasaan merokok ataupun terpapar karsinogen.
  3. Penyakit menular seksual.
  4. Memiliki kebiasaan sex yang menyimpang.
  5. Menggunakan pil KB lebih dari 4 tahun menaikkan resiko 1,5 – 2,5 kali.
  6. Kekurangan vitamin C, asam folat, retinol dan vitamin E.

Tanda Dan Gejala

  • Gejala kanker leher /mulut rahim pada stadium dini :
  • Gejala kanker leher /mulut rahim pada stadium lanjut :
  • Kadang-kadang terjadi pendarahan
  • Pendarahan setelah berhubungan intim
  • Munculnya keputihan :  makin lama, makin berbau busuk, diakibatkan infeksi dan nekrosis jaringan
  • Perdarahan setitik pasca senggama dan pengeluaran cairan encer dari vagina, atau perdarahan kontak yaitu perdarahan yang dialami setelah senggama, merupakan gejala Ca Serviks (75-80%)
  • Hilangnya nafsu makan dan berat badan
  • Perdarahan spontan : perdarahan yang timbul akibat terbukanya pembuluh darah dan makin lama makin sering terjadi, terutama pada tumor yang bersifat eksofitik.
  • Pendarahan dari saluran kencing dan anus
  • Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina
  • Anemia : terjadi akibat perdarahan pervaginam yang berulang.
  • Pebengkakan pada kaki
  • Gagal ginjal : infiltrasi sel tumor ke ureter yang menyebabkan obstruksi total.
  • Nyeri perut bawah, panggul dan punggung : ditimbulkan oleh infiltrasi sel tumor ke serabut saraf.

5.  Pemeriksaan Penunjang

  1. Sitologi/Pap Smear (Prostatic Acid Phosphate)

Keuntungan : Murah dan dapat memeriksa bagian-bagian yang tidak terlihat.
Kelemahan     :   Tidak dapat menentukan dengan tepat lokalisasi

  1. Schillentest
    Epitel karsinoma serviks tidak mengandung glycogen karena tidak mengikat yodium. Kalau porsio diberi yodium maka epitel karsinoma yang normal akan berwarna coklat tua, sedang yang terkena karsinoma tidak berwarna.
  2. Kolposkopi

Memeriksa dengan menggunakan alat untuk melihat serviks dengan lampu dan dibesarkan 10-40 kali.

Keuntungan : dapat melihat jelas daerah yang bersangkutan sehingga mudah untuk melakukan biopsy.

Kelemahan  : hanya dapat memeriksa daerah yang terlihat saja yaitu porsio, sedang kelainan pada skuamosa columnar junction dan intra servikal tidak terlihat.

  1. Kolpomikroskopi
    Melihat hapusan vagina (Pap Smear) dengan pembesaran sampai 200 kali.
  2. Biopsi
    Dengan biopsi dapat ditemukan atau ditentukan jenis karsinomanya
  3. Konisasi
    Dengan cara mengangkat jaringan yang berisi selaput sendir serviks dan epitel gepeng dan kelenjarnya. Konisasi dilakukan bila hasil sitologi meragukan dan para serviks tidak tampak kelainan-kelainan yang jelas.
  4. Pemeriksaan secara radiologis (CT Scan dan MRI) untuk mengetahui apakah sudah ada penyebaran lokal dari ca tersebut.
  5. Servikografi
  6. Gineskopi
  7. Pap net/pemeriksaan terkomputerisasi dengan hasil lebih sensitive

6. Penatalaksanaan

Bagi pasien yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti :

  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.

2.      Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel servix termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker servix  telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain :

  1. Operasi atau hysterectomy yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

About maslichah05

suka eskrim dan coklat
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s